Minggu, 10 Oktober 2010

Kepemimpinan ??

BERAKAR KITA, SEPOHON JUA

“kerjasama bagaikan akar yang bahu-membahu menjaga keutuhan mereka sebagai bagian dari pohon agar tak tumbang, dan kesegaran pada sang daun, sedang kepemimpinan adalah batang yang menyalurkan kehidupan, menopang keseimbangan, serta pegangan bagi kebimbangan” (dinda hn).

Kepemimpinan sejak lahir telah dimiliki manusia sebagai hak sekaligus kewajiban. Tentu saja, kepemimpinan itu sebenarnanya memiliki makna luas, artinya kepemimpinan itu bisa menyentuh bagian terdasar dari hidup manusia, seperti diri manusia itu sendiri misalnya. Terkadang sulit memang untuk memimpin diri sendiri, namun bukan berarti kita takut untuk bergerak dalam memimpin lingkup yang lebih luas. Karena setiap orang memang tidak akan pernah bisa secara utuh memimpin dirinya sendiri, ada persentase khusus yang telah disiapkan agar orang lain bisa membantu mengaturnya, itulah mengapa penting bagi manusia untuk bersosialisasi terhadap sesama.
Kepemimpinan bukan sekadar otorisasi atau sekadar demokrasi. Kepemimpinan juga bukan sekadar jabatan tinggi atau sekadar puncak prestasi. Tapi kepemimpinan adalah loyalitas sejati. Loyalitas yang memerankan akal dan perasaan dalam persentase yang sesuai dengan kebutuhan, yang menempatkan otoriter dan demokratis pada saat yang benar dan kondisi yang kondusif. Kepemimpinan adalah pengabdian, dimana di dalamnya ada proses menuju bijaksana, proses menuju ketegasan dan proses menuju kesederhanaan. Menurut saya, seorang pemimpin adalah orang yang mampu menempatkan sikap pada situasi yang tepat. Artinya, ia mampu menggunakan akal dan hati, ketegasan dan kelembutan pada saat-saat yang tepat.
Tidak musti seorang pemimpin harus bersifat lemah lembut selalu, karena ada saat-saat dimana seorang pemimpin perlu mengambil keputusan secara tegas, artinya demokrasi itu perlu namun perlu adanya titik dimana otorisasi menjadi batasan agar suatu perkara tidak menjadi berlarut-larut.
Kemudian keorganisasian menjadi suatu gambaran bagaimana peranan sang pemimpin dalam bersikap. Menurut saya, organisasi yang baik adalah organisasi yang sepakat untuk berjalan pada satu komando. Artinya ‘pemimpin’ adalah sosok pusat komando agar sebuah organisasi bisa menjadi kokoh. Aba-aba apapun yang berasal dari orang lain, bahkan dari seorang yang sangat berpengaruh pun tetap harus melalui komando pemimpin, inilah sikap yang menunjukkan saling harga-menghargai dalam sebuah kelompok/organisasi. Maka dari itu sebagai pemimpin perlu adanya sikap bijaksana dan matang. Perlu adanya sikap sederhana dan bersahaja, serta perlu adanya sikap tegas dan terbuka. Menyambung tentang pandangan saya tersebut, maka menghasilkan kesimpulan bahwa keberhasilan pemimpin mencerminkan keberhasilan organisasi/anggota yang dipimpinnya. Dan kebobrokan pemimpin mencerminkan kebobrokan organisasi/anggota yang dipimpinnya.
Jadi, tidak perlu takut untuk menjadi pemimpin, asalkan niat tulus dan lurus ikut menyertainya, namun tetaplah seseorang harus berhati-hati menjadi pemimpin, karena bukanlah perkara mudah dalam mengemban amanah di dalamnya dan bukan perkara mudah dalam menyambung serta mewujudkan semua suara dan aspirasi dari anggota/kelompok yang dipimpinnya.

Dinda Hn

2 komentar:

Terdepan