Jumat, 15 Oktober 2010

Contoh Pidato #1



Tema : Peranan Mahasiswa Sebagai Pemuda Bangsa

Assalammualaikum Wr.Wb.
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Kepada Ibu dosen yang saya hormati, dan kawan sekalian yang saya banggakan.
Salam semangat !

Pada kesempatan ini, dalam rangka bulan dimana lahirnya “sumpah pemuda”, saya ingin menyampaikan sedikit pidato singkat mengenai peranan mahasiswa sebagai pemuda dalam kontribusinya terhadap bangsa.

Hadirin sekalian yang saya banggakan..
Berbicara soal negara kita, negara Indonesia tercinta tentu tidak akan ada habisnya. Ini bukan soal kenaifan ataupun ke-sok-pedulian, tapi ini tentang kesadaran, kesadaran yang hanya akan subur jika pemiliknya mau menyuburkannya.
Lalu bagaimana dengan peranan seorang mahasiswa? Sebenarnya ada sebab mengapa kita menjadi mahasiswa, semua pasti sudah tertulis dalam takdir, secara tidak langsung Tuhan telah memilih kita untuk menjadi pejuang intelektual dan moral, karena mahasiswa adalah golongan yang paling menyentuh ranah masyarakat umum,  paling dekat dengan dua sisi berbeda, antara bawah dan atas, antara kanan dan kiri dan antara kedamaian dan ketidak-adilan.

Kawan-kawan yang saya banggakan..
Menyambung peran mahasiswa sebagai pejuang intelektual dan moral, sangat jelas apa tugas kita, apa misi kita seharusnya. Yang mana kemudian tugas itu lah yang menjadi kontribusi kita terhadap bangsa.
Tugas yang pertama adalah sebagai pejuang intelektual. Mahasiswa belajar, belajar untuk mengejar, mengejar ketertinggalan, menambah pengalaman, mencari seribu alasan untuk berpikir lebih ke depan, mencari jawaban dari setiap permasalahan, dan kemudian memberi solusi untuk penyelesaian, sebagai pembuka jalan!
Kemudian tugas yang kedua adalah sebagai pejuang moral. Saat belajar dan tahu tentang sebuah kebenaran, sebagai pemuda yang cenderung mempunyai sikap lebih kritis dan idiologis sudah seharusnya ada pergerakan moral di dalam pergerakan pembelajaran kita. Sebagai kalangan yang paling dekat dengan masyarakat, sudah pasti kita memiliki peranan pembawa pesan moral bagi masyarakat. Begitu juga kepada pemerintah, sebagai mahasiswa yang kritis, kita juga musti membawa pesan moral. Sebagai pejuang moral tentu tanggungjawabnya langsung pada pengaplikasian sehari-hari. Bagaimana seorang mahasiswa bersikap dan menanggapi persoalan dengan tenang namun tetap kritis. Bagaimana seorang mahasiswa tidak diam, ketika melihat penyimpangan dan ketimpangan keadilan. Dimana ada rasa memiliki sebuah bangsa, mencintai dan menghargai. Bagaimana seorang mahasiswa musti menjadi yang terdepan dalam perihal empati terhadap sesama. Hingga pergerakan perjuangan moral akan lebih terasa manfaatnya.

Kawan-kawan..
Dalam perjalanannya, mahasiswa seharusnya mampu berpikir dengan berbagai sudut pandang. Melihat suatu hal dari sisi yang berbeda. Kita harus sesekali bisa menyisakan waktu untuk otak dan hati kita berembuk, meresapi apa yang sedang terjadi hari ini, esok ataupun lusa. Memikirkan hal yang tidak tersentuh oleh masyarakat umumnya, memikirkan apa yang harus dilakukan sebagai bagian dari anak negeri. Kita bisa memulai dari diri kita sendiri, dengan membangkitkan benih-benih empati, menyuburkan ladang simpatik di hati kita. Lalu memikirkannya apakah ini sudah benar atau masih menyimpang, dan membuat mimpi untuk masa depan sebagai wujud penolakan dari penyimpangan yang terjadi masa kini. Dan untuk masa kini? Berbuatlah sekuat kita mampu berbuat, hal sekecil apapun terhadap sesama, itulah fase-fase kita berusaha untuk menyuburkan rasa kesadaran sebagai seorang pemuda.
Tidak ingatkah kita mengenai peristiwa oktober  82 tahun silam? tepatnya pada tanggal 28 tahun 1928. Bagaimana sebuah deklarasi besar dilahirkan. Mengapa bernama “sumpah pemuda”?
Karena kala itu, yang menjadi penyubur persatuan bangsa adalah para pemuda, yang membangun kesadaran tentang bakti mereka terhadap nusantara dan negara yang sedang mereka cita-citakan. Kuncinya adalah persatuan. Dan menurut saya, persatuan mahasiswa semestinya bukan lagi dilambangkan oleh organisasi-organisasi tertentu. Tapi mahasiswa adalah mahasiswa, mahasiswa nusantara, dari ujung pulau sumatera sampai ujung pulau papua. Bukan lagi mahasiswa dibalik organisasi atas kepentingan yang lebih pribadi. Karena sudah saatnya kita berbicara sebagai mahasiswa nusantara, yang mulai memikirkan bagaimana mencari titik pembuka persoalan, yang menentang kemenangan oleh pedang.
Demikian lah hadirin sekalian, pidato singkat dari saya, mohon maaf atas setiap kekurangan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Salam semangat!
Wassalam.
Dinda Hn
2125102094 / 1c


Diambil dari tugas keterampilan membaca 'pidato' singkat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terdepan